UU Pembajakan yang Baru Resahkan Penjual CD Bajakan di Jogja

Oleh azkamaula,

BERITA JOGJA – Sejumlah penjual CD bajakan di Jogja ketar-ketir dengan keluarnya UU Hak Cipta (UUHC) No 28 tahun 2014 mulai Oktober 2014 lalu. Pasalnya, UU yang pelanggarannya masuk delik aduan ini sewaktu-waktu mengancam lapangan kerja mereka. “Hari ini saya resmi tutup. Mau balik kampung saja daripada kenapa-kenapa terus ditangkap. Memang orang kecil di mana-mana […]

BERITA JOGJA – Sejumlah penjual CD bajakan di Jogja ketar-ketir dengan keluarnya UU Hak Cipta (UUHC) No 28 tahun 2014 mulai Oktober 2014 lalu. Pasalnya, UU yang pelanggarannya masuk delik aduan ini sewaktu-waktu mengancam lapangan kerja mereka.

CD Bajakan

Dokumen Majalah Ouch

“Hari ini saya resmi tutup. Mau balik kampung saja daripada kenapa-kenapa terus ditangkap. Memang orang kecil di mana-mana kerep dianiaya,” kata Herman Supangat, salah seorang penjualCD bajakan di wilayah Jalan Mataram, Minggu (12/7) pagi.

Apa yang ditakutkan Herman terhadap UU ini memang cukup beralasan. Dr. Chrysantus Kastowo, pakar hukum sekaligus pengajar Hak Atas Kekayaan Intelektual Fakultas Hukum (FH) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menjelaskan bahwa jika ada pihak pencipta atau pemilik hak cipta melapor, maka kepolisian bisa langsung menangkap para pedagang.

“Berbeda dengan UUHC tahun 2002 yang masih menuntut pemerintah aktif, UUHC tahun 2014 tidak. Tapi Kalau ada laoran kerugian, pemerintah langsung bergerak. Makanya para musisi kemarin di Jakarta beramai-ramai melakukan pengaduan karena UU ini termasuk delik aduan,” terangnya.

Ancaman pidananya juga cukup berat. Dalam UUHC, barang siapa yang menyebarluaskannya tanpa seizin pencipta atau pemegang hak cipta akan dikurung paling lama tiga tahun. “Dan atau denda sebesar Rp500 juta,” ujarnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar