Wabup Sleman Ajak Sinden Favorit Soekarno ke Panti Jompo

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu bersama Camat Mlati, Sumidi, mendatangi kediamanan sekaligus warung Rubinem, Rabu (25/2) siang di Terminal Jombor. Rubinem sendiri merupakan salah seorang seniman senior yang juga mantan istri Gito Gati. Dalam kunjungan tersebut Wabup beserta Camat berencana memindahkan seniman tarik suara yang menjadi favorit Presiden Soekarno ke panti […]

BERITA JOGJA – Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu bersama Camat Mlati, Sumidi, mendatangi kediamanan sekaligus warung Rubinem, Rabu (25/2) siang di Terminal Jombor. Rubinem sendiri merupakan salah seorang seniman senior yang juga mantan istri Gito Gati.

Wabup Sleman bersama Rubinem

Yuni Satia Rahayu ketika mengunjungi kediaman Rubinem di Terminal Jombor, Rabu (25/2) siang. (Foto: Aristides)

Dalam kunjungan tersebut Wabup beserta Camat berencana memindahkan seniman tarik suara yang menjadi favorit Presiden Soekarno ke panti Jompo. Pasalnya, selama ini sinden berusia 89 tahun ini hidup sendirian. Hanya penjual bakmi di samping rumahnya yang kerap menemaninya.

“Saya kalau siang ada temannya. Kalau malam ya sendirian. Sekarang warung sudah tidak buka, soalnya saya sudah tidak kuat masak lagi,” keluhnya di depan Wabup.

Rubinem sendiri sebelumnya sudah pernah meminta agar Pemkab memerhatikan para seniman senior termasuk dirinya. Terlebih lagi ketika ia harus susah payah meminjam uang dari cucu teman-temannya saat dirawat di rumah sakit karena vertigo. Namun pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman belum ada anggaran khusus karena terbatasnya dana yang didapatkan.

Selain ke panti jompo, Yuni sendiri punya opsi lain untuk memindahkan Rubinem ke Rusunawa di Jongke. Syaratnya, harus ada yang menemani Rubinem di sana. Baik itu pengasuh atau anaknya sendiri. “Sekarang yang dibutuhkan Ibu Rubinem adalah teman sekaligus tempat tinggal yang layak agar tidak selalu kesepian,” kata Yuni.

Pertemuan sendiri berlangsung hangat. Rubinem menceritakan pengalamannya, sejauh yang ia ingat, ketika masih aktif menyinden di depan Yuni dan Sumidi. Di antaranya bagaimana ia dulu tampil di depan Soekarno.

“Saya sudah lupa nama teman-teman saya dulu. Yang saya ingat hanya Pak Karno. Pak Soekarno gagah, malu saya,” cerita Rubinem.

Rencananya dalam waktu dekat pihak Pemkab dan Camat Mlati segera merealisasikan rencana itu. Pihak keluarga Rubinem sendiri diberi waktu untuk memikirkannya. Apalagi kedua anaknya tak selalu setiap waktu bisa menemani Rubinem. “Yang penting Ibu ada temannya. Ini juga jadi salah satu fokus Pemkab yang memerhatikan para seniman,” pungkas Yuni.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar