Wabup Sleman Sayangkan Pandangan Negatif Terhadap Pemimpin Perempuan

BERITA JOGJA – Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu, menyayangkan masih ada saja di zaman sekarang pandangan negatif terhadap perempuan yang menjadi pemimpin. Dalam kehidupan sehari-hari, Yuni, sapaan akrabnya, banyak menemukan orang yang menyangsikan bahwa perempuan bisa mandiri dan tegas sebagai pemimpin. “Ketika laki-laki jadi pemimpin tidak pernah ditanya bagaimana mengatur keluarganya. Tidak pernah dicurigai […]

BERITA JOGJA – Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu, menyayangkan masih ada saja di zaman sekarang pandangan negatif terhadap perempuan yang menjadi pemimpin. Dalam kehidupan sehari-hari, Yuni, sapaan akrabnya, banyak menemukan orang yang menyangsikan bahwa perempuan bisa mandiri dan tegas sebagai pemimpin.

Wabup Sleman

Yuni Satia Rahayu saat menjadi pembicara dalam sarasehan, Sabtu (27/6) sore di Joglo FK UGM. (Foto: Azka M)

“Ketika laki-laki jadi pemimpin tidak pernah ditanya bagaimana mengatur keluarganya. Tidak pernah dicurigai siapa yang mempengaruhi, membisiki di belakangnya. Tapi kalau perempuan selalu pertanyaanya seperti itu. Mengatur keluarga, ya jalan saja. Ini aneh kenapa pertanyaanya hanya pada perempuan,” kritiknya, Sabtu (27/6) saat menjadi pembicara dalam sarasehan bulanan MHS di Joglo Fakultas Kedokteran UGM.

Padahal, zaman dulu banyak dijumpai para pemimpin perempuan yang mampu sekaligus dicintai rakyatnya.  Alumni Sejarah UGM ini mencontohkan sosok Ratu Sima. Pemimpin Kalingga itu cukup tegas dan ditaati dan dicintai masyarakat.Kalingga ditakuti bangsa lain seperti Tiongkok yang ingin mengintervensi. Selain Ratu Sima juga ada Dewi Kili Suci, anak dari Empu Sendok yang menjadi cikal bakal Kerajaan Kahuripan.

“Adapula Dyah Gayatri, Pramoedya Wardhani dan Tribuwana Tunggadewi, pemimpin perempuan yang dikenal pada zaman Majapahit. Jika zaman dahulu bisa, melalui tahapan-tahapan menjadi mahamenteri dan itu persiapannya. Kenapa sekarang tidak bisa,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar