Warga Gunungkidul Jual Ternak dan Hasil Panen Buat Beli air

Oleh Kresna,

BERITA JOGJA – Kemarau panjang di Gunungkidul, Jogjakarta membuat banyak warga kesulitan air. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mereka membeli air dari tangki swasta. Namun karena ketebatasan ekonomi banyak warga yang rela menjual hewan ternak dan benda berhaga lainnya untuk membeli air yang satu tangki dijual seharga Rp 120ribu – RP 170ribu. Pardiyem salah satunya, […]

BERITA JOGJA – Kemarau panjang di Gunungkidul, Jogjakarta membuat banyak warga kesulitan air. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mereka membeli air dari tangki swasta. Namun karena ketebatasan ekonomi banyak warga yang rela menjual hewan ternak dan benda berhaga lainnya untuk membeli air yang satu tangki dijual seharga Rp 120ribu – RP 170ribu.

Gunungkidul Kekeringan

Kekeringan, dokumen istimewa

Pardiyem salah satunya, warga Tungu,Girimulyo, Panggang. Dia harus rela menjual ternaknya untuk membeli air air satu tangki yang berukuran 5000 liter.

”Kan nggak ada uang, jadi terpaksa jual ayam dan beras hasil panen untuk beli air,” katanya.

Hal serupa juga dilakukan oleh Senin, warga Jrakah, Hargosari, Tepus, Gunungkidul. Dia juga harus menjual ternak untuk membeli air bersih.

“Setiap musim kemarau memang susah air di sini. Khususnya air bersih. Jadi terpaksa beli. Kalau sudah begitu terpaksa menjual apa saja untuk beli air,” ungkapnya.

Dia mengaku setiap musim kemarau dirinya membeli air tangki hingga 15 sampai 20 kali. Hal tersebut pun membuat dirinya dan warga lainnya kesulitan.

“Rata-rata setiap keluarga setiap musim kemarau selama 6-7 bulan menghabiskan air sebanyak 7 tangki. Kami berharap ada bantuan dan perhatian dari pemerintah,” tandasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar