Warga Jogja Dipaksa Bilang,”Parkir Sudah Mendesak”

Perbaikan dan akses alat transportasi dinilai lebih mendesak dari pembangunan parkir yang menghabiskan dana miliaran rupiah.

BERITA JOGJA – Tempat parkir Abu Bakar Ali (ABA) diperkirakan rampung pertengahan Desember. Parkir tiga tingkat yang menghabiskan dana miliaran rupiah ini diyakini akan bisa mengurangi kemacetan pengunjung Malioboro. ABA yang dibuat karena situasi yang mendesak juga diprediksi pemerintah bakal jadi salah satu pendukung rancangan Malioboro yang akan dibuat pedestarian.

parkir

Parlkir ABA yang sudah hampir jadi. (Foto: Azka Maula)

Banyak yang berharap parkir ABA mampu mengatasi kemacetan tersebut. Sayangnya, menurut Pengamat Transportasi Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Iwan Puja Riyadi, masyarakat digiring menuju opini tersebut. Padahal persoalan parkir belum mendesak.

“Mana yang lebih mendesak, perbaikan transportasi, akses, dan fasilitas untuk rakyat atau parkir ABA atau ruang parkir lain buat orang-orang yang punya mobil atau motor?” katanya retoris saat ditemui di Pustral beberapa waktu lalu.

Masyarakat Jogja, tambah Iwan, digiring agar percaya parkir adalah suatu yang mendesak. Padahal angkutan umum untuk mengangkut orang-orang yang tak mampu membeli alat transportasi pribadi masih memprihatinkan. Begitu juga akses bagi sepeda dan pejalan kaki. Masyarakat digiring untuk merasakan kenyamanan pribadi ketimbang kenyamanan bersama atau kolektif.

Pejalan kaki misalnya, saat menyeberang di zebra cross, sudah jarang ada yang memersilakan atau mengalah. Mereka dianggap pengganggu. Pesepeda, tak ada yang diberikan akses yang layak. Paling maksimal hanya diberi ruang tunggu di lampu merah. Penyandang disabilitas, tak diberi akses untuk jalan dengan aman di trotoar.

“Kalau alat transportasi kita aksesnya sampai ke pelosok, lalu bagus dan layak, kemacetan itu tidak akan terjadi karena orang-orang akan memilih naik angkutan karena murah dan layak. Tapi saat ini angkutan tidak diperbaiki secara layak dan seakan jadi musuh bersama yang dituduh biang macet karena besar dan lain-lain, itu logika kebalik,” tambahnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar