Warga Karangwuni Gugat Apartemen Uttara ke PTUN

Oleh Jatu Raya,

Gugatan dilayangkan karena Apartemen Uttara dinilai menyalahi hal perizinan dalam UU Nomor 32 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

BERITA JOGJA – Warga Karangwuni, Sleman, resmi melayangkan surat gugatan pada pihak Apartemen Uttara sejak Kamis (10/12) lalu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jogjakarta. Ikhwan Sapta Nugraha, salah satu Kuasa Hukum warga menyatakan gugatan dilayangkan karena Apartemen Uttara sudah menyalahi hal perizinan dalam UU Nomor 32 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Apartemen Uttara

Spanduk penolakkan apartemen oleh warga. (Foto: Istimewa)

“Izin seharusnya sudah ada sejak tahap perencanaan pembangunan. Tapi sayangnya izin keluar pas sudah dalam tahap rekonstruksi,” kata Ikhwan.

Selain itu, terdapat pula poin penyalahan pengeluaran perizinan dalam surat gugatan. Dipaparkan Ikhwan, mengacu pada Pasal 36 ayat 4 UU 32/2009, pihak yang berwenang menerbitkan izin adalah Bupati Sleman. Namun kenyataannya malah Badan Lingkungan Hidup (BLH). Pembangunan Apartemen Uttara juga menggunakan landasan IMB sementara yang dikeluarkan Bupati. “Padahal perda IMB sementara sudah dihapus dan tidak perundangan lain yang mengatur lebih tinggi soal itu,” tegasnya.

Tuntutan warga jelas. Mereka minta PTUN mencabut Surat Keterangan Kepala BLH Sleman tentang izin lingkungan PT Bukit Alam Permata untuk Kegiatan pembangunan Apartemen Uttara.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar