Warga Lereng Merapi Usir Penambang Liar

Oleh Kresna,

BERITA JOGJA – Selasa (17/2), ribuan warga dari empat desa di kawasan lereng Merapi mengusir paksa para penambang pasir yang biasa menambang di kawasan Purwobinangun, Pakem, Sleman. Warga gabungan dari desa Hargobinganun, Purwobinangun, Girikerto, dan Wonokerto juga beramai-ramai memblokir jalan yang biasa dilintasi para penambang pasir. Warga menuntut agar penambangan pasir di sekitar pekarangan warga dihentikan, […]

BERITA JOGJA – Selasa (17/2), ribuan warga dari empat desa di kawasan lereng Merapi mengusir paksa para penambang pasir yang biasa menambang di kawasan Purwobinangun, Pakem, Sleman. Warga gabungan dari desa Hargobinganun, Purwobinangun, Girikerto, dan Wonokerto juga beramai-ramai memblokir jalan yang biasa dilintasi para penambang pasir. Warga menuntut agar penambangan pasir di sekitar pekarangan warga dihentikan, karena aktivitas penambangan dapat merusak lingkungan juga merusak jalur evakuasi.

Penambangan Liar

Ribuan warga menolak penambangan liar di sekitar lereng Merapi. (Foto: Kresna)

” Penambangan pasir ini sudah parah, meski tak memilik izin, dan juga sudah dilarang tapi mereka masih saja menambang,” jelas Suprapto, salah seorang warga.

Pasalnya akibat dari aktivitas penambangan ini ada banyak lahan produktif yang rusak. Selain itu warga yang ada disekitar daerah penambangan juga merasa terganggu karena banyaknya truk yang hilir-mudik, hal ini membuat warga sekitar tidak nyaman untuk beraktivitas.

“Setiap hari ada sekitar lima ratus lebih truk muatan pasir yang hilir-mudik, belum lagi ada belasan backhoe. Lahan jadi rusak gara-gara mereka, kita mau menyeberang jalan juga susah,” imbuh Suprapto.

Setelah memblokir jalan, ribuan warga ini juga meminta agar belasan backhoe yang masih di sekitar daerah mereka untuk segera turun.

“Kami meminta agar semua backhoe segera turun sekarang juga,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar