Waspada Vandalisme Berbayar

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Sampah visual di Jogja tak hanya papan reklame mini hingga baliho, namun juga poster dan tempelan liar. Misalnya saja poster event konser yang ditempelkan di ruang publik. Selain sampah visual, Sumbo Tinarbuko, inisiator Gerakan Reresik Sampah Visual mengategorikannya sebagai vandalisme berbayar.  Sebab pemasangannya dibayar oleh pihak yang berkepentingan. “Itu termasuk vandalisme berbayar. […]

BERITA JOGJA – Sampah visual di Jogja tak hanya papan reklame mini hingga baliho, namun juga poster dan tempelan liar. Misalnya saja poster event konser yang ditempelkan di ruang publik.

Vandalisme berbayar

Vandalisme berbayar di Jogja berbahaya (Foto: Bimo)

Selain sampah visual, Sumbo Tinarbuko, inisiator Gerakan Reresik Sampah Visual mengategorikannya sebagai vandalisme berbayar.  Sebab pemasangannya dibayar oleh pihak yang berkepentingan.

“Itu termasuk vandalisme berbayar. Termasuk iklan-iklan telat datang bulan atau lowongan pekerjaan di tiang lampu merah. Yang satu lagi vandalisme tak berbayar seperti coretan di dinding,” kata Sumbo, Sabtu (21/3) sore.

Oleh karena itu Sumbo berharap agar warga tidak memberi toleransi pada setiap vandalisme berbayar tersebut. Selain mengotori ruang, iklan tersebut mampu memengaruhi pengguna jalan.

“Waspada sama iklan seperti itu. Waspada sama vandalisme berbayar,” kata Sumbo.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar