Makanan orang Belanda

Wisata Kuliner Jogja Zaman Belanda

Oleh Maya Eka,

Dua hotel mewah di Jogja jadi tempat wisatawan Eropa menikmati kuliner khas Hindia Belanda.

BERITA JOGJA – Sejak zaman kolonial, Jogja sudah terkenal menjadi kota tujuan wisata kuliner. Berbagai makanan khas daerah jadi incaran wisatawan Eropa yang datang ke Jogja. Bedanya, di zaman kolonial para wisatawan menikmati kuliner ini di sejumlah hotel mewah.

Makanan orang Belanda

Ilustrasi gaya hidup Belanda (Istimewa)

Seperti yang tercatat dalam Buletin Travelers Official Information pada 1930, Hotel Toegoe dan Grand Hotel De Djogja jadi pusat kuliner wisatawan Eropa dengan menu masakan khas Hindia Belanda. Salah satu menu yang digemari wisatawan Eropa di dua hotel mewah itu adalah Rijsttafel dengan menu: Nasi, sayuran seperti sayur asem, lodehm lalu daging, ikan, telur, sambal, dan acar ditambah kerupuk, gorengan, juga buah-buahan.

Bisnis kuliner Hindia Belanda ini mulai besar sejak berdirinya Vereeninging Toeristenverkeer (VTV). Perhimpunan ini beranggotakan para pengusaha Belanda yang fokus pada wisata dari perhotelan, makanan, hingga transportasi. Seperti yang dituliskan Historia, perusahaan ini bertugas mempromosikan wisata pada turis-turis Eropa.

Makin membesarnya wisata kuliner dengan bantuan VTV membuat makanan yang dihidangkan tidak lagi bercita rasa Hindia Belanda yang kaya rempah, namun juga masakan Tionghoa dan Eropa itu sendiri. Namun, para pengusaha tetap mempertahankan cara penyajian menu makanan yang dibawa oleh banyak pelayan pribumi.

Masing-masing pelayan membawa satu jenis makanan pada wisatawan yang tertarik melihat wajah dan ras orang Hindia Belanda seperti yang dikisahkan atau yang dimuat dalam surat kabar.

Wisatawan Eropa yang menikmati kuliner di Hotel mewah Jogja juga dipandu melalui buku yang berisi tentang cara pemesanan. Selain itu dalam buku itu juga memuat banyak pertimbangan makanan atau minuman mana saja yang menyehatkan.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar