WNI di Washington Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Oleh azkamaula,

BERITA JOGJA – Warga Negara Indonesia (WNI) di Washington DC, Amerika Serikat mendesak Presiden RI, Joko Widodo mencabut Perpres No.51/2014 yang mengatur tentang reklamasi Teluk Benoa. Dari pers rilis yang dikirimkan ke redaksi, mereka melihat peraturan tersebut sarat dengan kepentingan bisnis. “Dalam pandangan kami, reklamasi ini hanyalah sebuah tipu daya untuk menguasai tanah yang memiliki […]

BERITA JOGJA – Warga Negara Indonesia (WNI) di Washington DC, Amerika Serikat mendesak Presiden RI, Joko Widodo mencabut Perpres No.51/2014 yang mengatur tentang reklamasi Teluk Benoa. Dari pers rilis yang dikirimkan ke redaksi, mereka melihat peraturan tersebut sarat dengan kepentingan bisnis.

Tanjung Banoa

Istimewa

“Dalam pandangan kami, reklamasi ini hanyalah sebuah tipu daya untuk menguasai tanah yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” tulis pihak mereka yang melakukan penolakkan bersama simpatisan pecinta lingkungan di Washington.

Adanya eufemisme tentang reklamasi yang dilakukan pemerintah tak membuat aksi surut. Sebaliknya, mereka menilai eufemisme pemerintah hanya buang-buang waktu. “Kami tegas menolak karena Teluk Benoa bukan daerah mati,” tegas mereka.

Jika reklamasi dilakukan berdampak pada volume tampungan banjir. Hal ini sendiri sudah dibuktikan melalui penelitian dari Conservation International Indonesia baru-baru ini. Hasil penelitian sendiri menyebutkan bahwa reklamasi membuat sebagian air dari aliran permukaan Daerah Aliran Sungai (DAS) saat hujan dan air laut pasang bakal menggenangi daerah sekitarnya yang bertopografi rendah.

Akibatnya sejumlah daerah terancam terendam air. Misalnya saja Sanur Kauh, Suwung Kangin, Pesanggaran, Simpang Dewa Ruci, dan Pemogan.”Termasuk Bandara Ngurah Rai dan Tanjung Benoa,” tulis mereka.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar