Yogyakarta Gamelan Festival 2016 Lahirkan Grup Folk SBAGH

SBAGH sendiri adalah singkatan yang diambil dari huruf depan nama tiap instrumen yang mereka mainkan.

BERITA JOGJA – Yoyakarta Gamelan Festival (YGF) 2016 di PKKH UGM, 22-24 Juli lalu tak hanya jadi ruang pertemuan para pecinta dan pendengar musik gamelan semata. YGF juga tak sekadar jadi bukti bagaimana gamelan yang dicita-citakan Sapto Raharjo 20 tahun lalu dan awal mula perjalanan 20 tahun berikutnya. YGF, juga mempertemukan, mempersatukan, lalu melahirkan musisi-musisi yang siap mengangkat musik daerah ke panggung internasional.

Salah satu di antaranya grup folk SBAGH, yang terbentuk di tengah meriahnya panggung YGF yang ke-21.

Hitmen (akordion) dan Argo (Sape;) ketika nge-jamm di YGF 2016 (Foto: Prassetya Wibawa)

Hitmen (akordion) dan Argo (Sape;) ketika nge-jamm di YGF 2016 (Foto: Prassetya Wibawa)

Hitmen Siahaan (akordion), Gregorius Argo (Sape’), Spag (Biola), Dwi Gusti (Gambus), dan Novan (Hulusi) pertama kalinya bermain bersama di PKKH kemarin. Memainkan Instrumental dengan mengabungkan corak musik suku dayak dan melayu, mereka mengundang decak kagum para pengunjung YGF yang mau masuk ke ruang pameran.

“Kemarin itu terbentuknya tidak disengaja. Kami kan kebetulan dari jurusan etnomusikologi ISI yang disuruh jaga stan buat jualan alat musik daerah. Tiba-tiba sama panitia disuruh main di depan ruang eksebisi pameran. Ya sudah main saja berlima dan ketika ditanya grupnya apa, kami sepakat buat menamainya SBAGH,” beber Gregorius Argo.

SBAGH sendiri adalah singkatan yang diambil dari huruf depan nama tiap instrumen yang mereka mainkan. ‘S’ dari Sape’, ‘B’ dari biola, ‘A’ akordion, ‘G’ gambus, dan ‘H’ dari Hulusi. Saat disuruh tampil dadakan, mereka tak ada persiapan karena sebelumnya tidak pernah terpikir akan main bersama di depan umum. “Waktu main bikin kesepakatan aja di mana jalur tangga nadanya, mau di B# ya di sana, terus selebihnya nge-jamm saja,” sambung Hitmen.

Selesainya YGF 2016 tidak berarti SBAGH langsung bubar. Rencananya, kalau ada kesempatan, mereka akan menggarap serius proyek musik folk ini. SBAGH juga tak mau mengubah musik yang mereka mainkan yang kental dengan corak kedaerahan. Folk, bagi SBAGH adalah kebebasan dalam berekspresi terhadap corak musik-musik daerah. “Mau dicampur-campur apa juga, SBAGH tidak akan meninggalkan tradisi. Folk memang kebebasan, namun tujuan utamanya tidak meninggalkan tradisi,” tegas Hitmen.

Nah, buat kamu yang mau mengundang SBAGH memainkan musik daerah yang cukup melodius, silakan langsung hubungi nomor 089694187517.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar