Yuniati Relakan Rumah Hancur Demi Biaya Sekolah Anak

Saat penduduk yang lain menggunakan uang bantuan gempa membangun rumah, Yuniati justru menggunakan uang bantuan untuk membayar biaya masuk kuliah anak.

BERITA JOGJA – Gempa sebesar 5,9 skala ritcher yang menguncang wilayah Jogjakarta dan Jawa Tengah pada tahun 2006 meluluh lantakkan ribuan bangunan rumah warga. Salah satunya adalah rumah Yuniati, seorang buruh cuci yang tinggal di Ketandan Kulon, Imogiri, Bantul.

Yuniati-beritajogja

Ribuan rumah yang luluh lantak membuat pemerintah harus bekerja cepat untuk menanggulanginya. Bantuan pun segera digelontorkan oleh Pemerintah. Bantuan untuk membangun rumah bagi penduduk yang rusak karena gempa, ditawarkan kepada para penduduknya. Yuniati yang rumahnya turun hancur karena gempa, pun mendapatkan bantuan. Namun saat penduduk yang lain menggunakan uang bantuan untuk membangun rumah, Yuniati justru menggunakan uang tersebut untuk membayar biaya masuk kuliah anaknya.

“Saya gunakan uang untuk biaya masuk kuliah anak kedua saya. Karena rumah saya rubuh, anak-anak saya ungsikan ke rumah saudara sedangkan saya tidur di tenda,” cerita Yuniati kepada Beritajogja.id, Kamis (10/9).

Untuk menambah biaya membayar sekolah anaknya, Yuniati bersama suami dan kedua anaknya juga mengumpulkan sisa-sisa batu bata dari bekas rumahnya yang rubuh. Batu bata tersebut kemudian dijual. Hasil penjualannya digunakan untuk membayar SPP kuliah anaknya yang pertama dan biaya masuk kuliah anaknya yang kedua.

“Waktu itu dari mengumpulkan batu bata bekas dapat Rp 3 juta. Uangnya untuk bayar sekolah anak dan kebutuhan sehari-hari,” tutur Yuniati.

Yuniati dan keluarganya baru bisa kembali tinggal di rumah beberapa bulan paska gempa. Bantuan dari gereja yang berada tak jauh dari lokasi rumahnya, membuat Yuniati dan keluarga akhirnya bisa memiliki rumah kembali.

“Kami dapat bantuan dari gereja. Kami minta dibangunkan kembali rumah. Jadi akhirnya biaya kuliah ada, rumah juga bisa dibangun lagi,” kenang Yuniati.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar